ASI VS SUSU FORMULA (ISLAM MENUNTUNKAN PEMBERIAN ASI 2 TAHUN PENUH!)

/
0 Comments
ASI versus Susu Formula
Akhir-akhir ini begitu ramai pembicaraan terkait dengan tercemarnya susu formula oleh bakteri Enterobacter sakazakii. Publik pun was-was, karena bakteri ini dilaporkan dapat menyebabkan radang usus, sepsis (keracunan karena hasil proses pembusukan), dan meningitis (radang selaput otak dan sumsum tulang belakang).

Sebenarnya, bila ibu mencukupkan diri dengan memberikan ASI kepada bayinya, kecemasan saat memilih susu formula tidak perlu melanda. Selain tidak perlu bingung memilih susu formula yang aman dari cemaran tersebut, manfaat secara fisik sudah tentu diperoleh sang ibu dan bayinya. Disisi lain, manfaat psikologis (batin) tidak lepas dari genggaman.

Sebagai penutup, di bawah ini adalah beberapa perbandingan antara susu formula dengan ASI. Insya Allah bermanfaat bagi kita semua.
1.      Kandungan nutrisi ASI paling sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi dan kebutuhannya. Sedangkan nutrisi tambahan dari susu formula seringnya dibuat dengan proses enrichment dan kurang dapat diserap dengan baik.
2.      ASI memiliki banyak sel darah putih dan Immunoglobulin (zat anti bodi). Adapun susu formula tidak mengandung sama sekali sel darah putih dan kadar Immunoglobulin-nya rendah.
3.      ASI mengandung DHA dan AA dalam jumlah yang tinggi, yang bermanfaat dalam pembentukan sel otak. ASI mudah diserap usus, mengandung lemak ikatan panjang yang menjadi cikal bakal DHA dan AA serta mengandung kolesterol, kurang kandungan DHA-nya dan tidak dapat diserap secara sempurna.
4.      ASI mengandung lactoferrin yang sangat baik untuk usus dan Lysozym yang merupakan enzim antimikroba. ASI pun kaya protein pembangun tubuh dan otak. Sementara susu formula, tidak mengandung kedua enzim tersebut. Kadar proteinnya pun kurang.
5.      ASI memiliki kadar laktosa (karbohidrat pendukung perkembangan otak) dan oligosakarida (karbohidrat yang mendukung kesehatan usus) dalam jumlah cukup tinggi. Sedangkan susu formula kurang kandungan laktosa dan oligosakarid-nya. Bahkan ada diantaranya tidak mengandung zat tersebut.
6.      ASI kaya dengan enzim pencernaan seperti lipase dan amilase, kaya hormon (seperti tyroid, prolaksin, dan oksitoksin). Berbeda dengan susu formula, kandungannya sedikit sekali.
7.      ASI mengandung zat besi, zinc, kalsium, serta anti oksidan yang dapat diserap dengan baik oleh usus bayi. Sedangkan pada susu formula zat tersebut kurang dapat diserap.
8.      ASI memiliki rasa yang variatif, sesuai dengan makanan yang dikonsumsi oleh sang ibu. Disamping itu, praktis, murah, dan selalu steril. Adapun susu formula rasanya tertentu, membutuhkan waktu dan teknik penyiapan penyajian, relative mahal serta beresiko tercemar kuman bila tidak tepat penanganannya.


Jadi cukuplah bagi seorang ibu bagi yang ingin menyempurnakan susuannya, untuk memberikan ASI bagi anaknya selama 2 tahun penuh. Dan sebaik-baik bimbingan adalah bimbingan Allah dan Rasul-Nya. Semoga pada kesempatan mendatang kita bias membahas manajemen laktasi yang mengangkat masalah menyusui secara lebih jelas dan detail insya Allah.



You may also like

Tidak ada komentar:

Mengenai Saya

Foto saya
Heaven, Madina, Indonesia
Diberdayakan oleh Blogger.