Kehidupan yang penuh dengan tuntutan dan tekanan di era yang sering disebut post modern ini, membuat sebagian besar orang mengalami tekanan mental dan berbagai macam permasalahan ini, manusia kemudian berusaha untuk memperoleh suatu kondisi yang disebut dengan kesehatan jiwa.
Nyamuk adalah salah satu komponen lingkungan manusia. Dilingkungan permukiman merupakan tempat perindukan nyamuk. Banyak penyakit khususnya penyakit menular seperti demam berdarah, japanese encephalitis, malaria, filarisasi ditularkan melalui perantara nyamuk.
Adapun langkah-langkah diagnosis penyakit berbasis ligkungan adalah:
1.       Inisiasi: penentuan prioritas dan wilayah
Inisiasi kegiatan bisa dimulai dari penentuan prioritas baik itu outcome gejala penyakit maupun faktor risiko. Prioritas penyakit bisa ditetapkan dengan cara-cara yang lazim, misalnya berdasarkan insidensi dan prevalensi laporan rutin, hasil penelitian perguruan tinggi, concern para pemimpin wilayah, maupun luar wilayah, ancaman terhadap produktivitas penduduk dan lain sebagainya.
Agen penyakit adalah zat, kekuatan, kehidupan mikro atau komponen lingkungan lain dialam yang fana ini.
Dapat berupa agen penyakit dari bahan kimia toksik, fisika, dan mikroorganisme.
Professionalism and skills
Dibidang kesehatan, kriteria ini berhubungan dengan outcome, yaitu tingkat kesembuhan pasien. Pelanggan menyadari bahwa jasa pelayanan kesehatan dihasilkan oleh SDM yang memiliki pengetahuan dan keterampilan profesional yang berbeda. Institusi penyedia pelayanan kesehatan harus menjamin reputasi dojter dan petugas kesehatan lainnya yang bekerja pada institusi pelayanan kesehatan tersebut.
Pelayanan kesehatan di suatu kab/kota harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Availablity. Pelayanan kesehatan harus tersedia untuk melayani seluruh masyarakat di suatu wikayah dan dilaksanakan secara komprehensif mulai dari upaya pelayanan yang bersifat preventif, promotif, curatif, dan rehabilitatif.
Eksitotoksin penyebab obesistas, kerusakan otak dan penyakit lain.
MSG adalah zat tambahan (aditif) pada makanan yang sangat populer. MSG merupakan garam natrium dari asam glutamat.
Sehat adalah salah satu kenikmatan yang akan ditanyakan oleh Allah Ta’ala bagaimana kita memanfaatkannya. Allah Ta’ala berfirman:
“kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan didunia itu)” (QS. At-takaatsur:8)
Seiring dengan perubahan waktu, fakta sejarah mengalami pergeseran. Perkembangan ilmu kedokteran dan pengobatan saat ini mengalami kemajuan yang sanngat pesat. Begitu banyak metode pengobatan ditemukan. Bahkan, banyaknya penemuan baru dibidang pengobatan serasa memberikan angin segar bagi kita. Aneka ragam diagnosis dan analisis dengan peralatan yang canggih, operasi bedah, penyinaran, bahkan metode bayi tabung pun bermunculan. Akan tetapi, pada kenyataannya masih banyak jenis penyakit yang belum ditemukan solusinya oleh ilmu kedokteran.

Chlorella adalah ganggang hijau bersel tunggal yang hidup di air tawar, air laut, dan pada tempat-tempat yang basah. Ganggang ini memiliki tubuh seperti bola. Di dalam tubuhnya terdapat kloroplas yang berbentuk mangkuk. Perkembangbiakannya terjadi secara vegetatif dengan membelah diri. Setiap selnya mampu membelah diri dan menghasilkan empat sel baru yang tidak mempunyai flagela.
Spirulina merupakan ganggang (alga) biru hijau mikroskopis dengan bentuk spiral melingkar yang sempurna berhabitat di air laut atau di air tawar. Spirulina mengandung zat nutrisi yang tinggi karena mengandung zat besi 58 kali lebih banyak dari daripada sayur bayam dan 18 kali lebih tinggi daripada daging.
Mengenai masalah muntah, ada 2 pertanyaan yang terlintas yaitu Apakah muntah itu membatalkan wudhu? Dan apakah mutahan itu najis?
Maka jawaban nya ialah:             
Pencernaan yang baik sangatlah penting bagi kesehatan  kita. Baik untuk jangka pendek, terlebih lagi untuk jangka panjang. Organ pencernaan yang terdiri dari lambung, usus halus, dan usus besar, semuanya telah Allah ciptakan dengan sempurna.

Islam menghasung pemeluknya untuk menjadi kuat dan sehat baik secara rohani maupun jasmani. Islam menunjukkan keutamaan kekuatan dan kesehatan sebagai modal besar didalam urusan agama dan urusan dunia seorang muslim.

Thaharah (bersuci) bagi orang yang sakit.
1.      Orang yang sakit memiliki kewajiban yang sama dengan orang yang sehat di dalam masalah bersuci dengan air, baik dari hadats besar ataupun hadats kecil. Ia harus wudhu untuk suci dari hadats kecil dan mandi untuk suci dari hadats besar.
2.      Orang yang sakit juga harus tetap beristinja’ (cebok dengan air) atau istijmar (cebok dengan batu atau tisu atau yang sejenisnya), setelah ia buang air kecil atau besar, sebelum ia berwudhu.
3.      Apabila orang yang sakit tidak mampu berwudhu dengan air karena kelemahannya atau ia mengkhawatirkan akan bertambah sakitnya atau akan tertunda kesembuhannya, maka ia boleh bertayammum.
4.      Apabila penyakitnya ringan dan tidak ada kekhawatiran penggunaan air dapat membahayakan dirinya atau memperparah sakitnya, menunda kesembuhannya, bertambahnya rasa sakit, atau yang semisalnya.
5.      Apabila orang yang sakit sulit untuk melakukan wudhu atau bertayammum tanpa bantuan orang lain, maka orang lain dapat membantunya wudhu atau tayammum, dan ini cukup baginya.
6.      Apabila seseorang terkena junub/janabah, sementara dia dalam keadaan terluka, atau memiliki borok, atau patah tulang, atau penyakit yang penggunaan air padanya akan memudaratkannya, maka boleh baginya untuk bertayammum.
7.      Orang yang mendapatkan luka di salah satu anggota wudhu, ia harus mencucinya dengan air. Namun bila hal ini sulit baginya atau justru menimbulkan bahaya, maka ia mengusapnya dengan air sebagai pengganti.
8.       Orang yang dirawat dengan gips, orang yang patah tulang dan bagian tubuhnya itu dibalut dengan perban atau yang semisalnya, maka ia boleh mengusapkan air di atas perbannya itu, meskipun sebelumnya ia tidak dalam keadaan suci ketika perban dipakaikan.
9.      Wajib bagi orang yang sakit yang hendak shalat untuk bersungguh-sungguh mengupayakan kesucian badan, pakaian, dan tempat shalatnya ari najis. Akan tetapi, jika ia tidak mampu, ia dapat shalat dengan keadaan yang demikian ini, dan tidak ada dosa atasnya.

10.  Apabila orang yang sakit menderita keluar air kencing (urine) secara terus-menerus dan belum sembuh dengan terapi, maka wajib baginya untuk istinja’ dan berwudhu untuk setiap shalat.


Definisi kosmetik
Kosmetik secara definitive adalah substansi yang digunakan untuk meningkatkan/memperbagus penampilan atau bau dari badan manusia. Termasuk dalamnya adalah krim perawatan kulit (skin care), lotions,powders (bedak, eye shadow, pemerah pipi), parfum, lipstick, kuteks, make-up wajah dan mata, lensa kontak warna, pewarna rambut, hair sprays, berbagai gel, deodorant, dan produk-produk untuk bayi.

Kosmetik Komersial
Berbagai kosmetik yang beredar dewasa ini disinyalir mengandung berbagai zat yang berbahaya bagi kesehatan, padahal public di seluruh dunia telah menghabiskan bertriliun-triliun rupiah per-tahunnya untuk pembelanjaan produk-produk kecantikan.

FDA (Food and Drug Admission) membagi berat dan ringannya efek samping penggunaan kosmetik menjadi 3, yaitu:

1.      Ringan, bila keluhan yang terjadi tidak mengganggu kegiatan sehari-hari, tidak sampai memerlukan terapi khusus, dan cukup dengan menghentikan pemakaian kosmetika. 85% efek samping pada penggunaan kosmetika terjadi pada tingkatan ini.
2.      Sedang, bila keluhan yang terjadi sudah mengganggu kegiatan penderita, waktu keluhan lebih lama, dan gejala klinis tampak lebih nyata. Efek samping pada tingkat ini memerlukan bantuan pengobatan dokter –biidznillah- dan 10% penderita efek samping kosmetik ada pada tingkatan ini.
3.      Berat, bila keluhan sudah sangat mengganggu, gejala klinis lebih menyeluruh (sistemik), bahkan terkadang disertai sesak nafas. Penderita memerlukan pengobatan yang intensif.

Anjuran dalam Pemakaian Kosmetika

1.      Mengetahui cara penggunaan kosmetika yang baik dan benar sehingga tidak terjadi salah pakai (misuse) dan pemakaian secara berlebihan (abuse).
2.      Mencari kosmetika hipoalergenik yang memang sengaja dibuat untuk menghindarkan efek samping kosmetik tanpa menyertakan bahan-bahan yang sering menyebabkan efek samping kosmetika.

3.      Melakukan uji kulit terhadap kosmetik yang akan dipakai. Biasanya uji kulit dilakukan dengan mamakai kosmetik pada lengan bawah bagian depan atau belakang telinga, dibiarkan 24-48 jam, jika tidak terjadi reaksi kulit yang tidak diinginkan, maka insya Allah kosmetik tersebut dapat digunakan secara aman.


Sebagai orang tua hendaknya mengetahui perbedaan antara muntah dan gumoh. Gumoh sering terjadi pada bayi yang minum ASI, dengan volume muntahan kurang dari 10 cc. Dilihat dari cara keluarnya, gumoh tampak mengalir biasa dari mulut tanpa disertai kontraksi otot perut.

Ada beberapa cara mengatasi bayi yang gumoh, antara lain:
1.      Perhatikan posisi bayi saat menyusui. Harus benar-benar pas. Pastikan seluruh bibir bayi menutupi putting dan area berwarna gelap disekitarnya. Dengan upaya ini, insya Allah kemungkinan udara masuk dan tertelan dapat diperkecil.
2.      Kalau gumoh berlebihan tengkurapkan bayi. Udara yang terperangkap di lambung akan lebih keluar dan masuknya cairan ke paru-paru bias dicegah.
3.      Hindari pemberian ASI langsung dalam jumlah banyak. Sebaiknya bayi diberi minum sedikit demi sedikit dan disendawakan. Baru kemudian diminumi lagi. Dengan begitu, udara tidak sempat mampir ke lambung.
4.      Bila gumoh terus berlebihan, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk dicarikan penyebab dan solusinya.

Apa itu muntah?
Muntah (regurgitasi) adalah keluarnya isi lambung sampai ke mulut dengan terpaksa atau dengan kekuatan.

Beberapa tindakan yang dapat diupayakan untuk mencegah bayi muntah diantaranya dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1.       Cuci tangan Anda. Bila Anda menggunakan susu formula, sterilkan botol dengan merebusnya sebelum membuat susu, untuk mencegah masuknya kuman/bakteri.
2.      Sendawakan bayi sebelum dan sesudah minum susu dengan cara digendong tegak lurus dan disandarkan di bahu anda. Tepuk pundaknya dengan halus sampai bayi bersendawa.
3.      Berikan susu pada bayi secukupnya dan pada waktu yang tepat. Jangan memberikan susu saat bayi sangat lapar, karena bayi cenderung untuk minum dengan terburu-buru dan dalam jumlah banyak. Jeda waktu pemberian susu formula (bagi bayi yang diberi susu formula) kuang lebih 3,5 – 4 jam.
4.      Pada waktu memberikan susu dengan dot, usahakan nipple dot masuk seluruhnya ke dalam mulut bayi dengan posisi tegak lurus dengan mulut bayi. Hal ini akan mengurangi masuknya udara ke perut bayi pada saat menyusu, sehingga mencegah bayi muntah.
5.      Tempatkanlah bayi di ruangan yang tenang pada saat menyusu dengan posisi berbaring menggunakan bantal yang agak tinggi.

6.      Biarkan bayi berbaring kurang lebih 10 menit setelah menyusu, setelah itu sendawakan.


ASI versus Susu Formula
Akhir-akhir ini begitu ramai pembicaraan terkait dengan tercemarnya susu formula oleh bakteri Enterobacter sakazakii. Publik pun was-was, karena bakteri ini dilaporkan dapat menyebabkan radang usus, sepsis (keracunan karena hasil proses pembusukan), dan meningitis (radang selaput otak dan sumsum tulang belakang).

Sebenarnya, bila ibu mencukupkan diri dengan memberikan ASI kepada bayinya, kecemasan saat memilih susu formula tidak perlu melanda. Selain tidak perlu bingung memilih susu formula yang aman dari cemaran tersebut, manfaat secara fisik sudah tentu diperoleh sang ibu dan bayinya. Disisi lain, manfaat psikologis (batin) tidak lepas dari genggaman.

Sebagai penutup, di bawah ini adalah beberapa perbandingan antara susu formula dengan ASI. Insya Allah bermanfaat bagi kita semua.
1.      Kandungan nutrisi ASI paling sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi dan kebutuhannya. Sedangkan nutrisi tambahan dari susu formula seringnya dibuat dengan proses enrichment dan kurang dapat diserap dengan baik.
2.      ASI memiliki banyak sel darah putih dan Immunoglobulin (zat anti bodi). Adapun susu formula tidak mengandung sama sekali sel darah putih dan kadar Immunoglobulin-nya rendah.
3.      ASI mengandung DHA dan AA dalam jumlah yang tinggi, yang bermanfaat dalam pembentukan sel otak. ASI mudah diserap usus, mengandung lemak ikatan panjang yang menjadi cikal bakal DHA dan AA serta mengandung kolesterol, kurang kandungan DHA-nya dan tidak dapat diserap secara sempurna.
4.      ASI mengandung lactoferrin yang sangat baik untuk usus dan Lysozym yang merupakan enzim antimikroba. ASI pun kaya protein pembangun tubuh dan otak. Sementara susu formula, tidak mengandung kedua enzim tersebut. Kadar proteinnya pun kurang.
5.      ASI memiliki kadar laktosa (karbohidrat pendukung perkembangan otak) dan oligosakarida (karbohidrat yang mendukung kesehatan usus) dalam jumlah cukup tinggi. Sedangkan susu formula kurang kandungan laktosa dan oligosakarid-nya. Bahkan ada diantaranya tidak mengandung zat tersebut.
6.      ASI kaya dengan enzim pencernaan seperti lipase dan amilase, kaya hormon (seperti tyroid, prolaksin, dan oksitoksin). Berbeda dengan susu formula, kandungannya sedikit sekali.
7.      ASI mengandung zat besi, zinc, kalsium, serta anti oksidan yang dapat diserap dengan baik oleh usus bayi. Sedangkan pada susu formula zat tersebut kurang dapat diserap.
8.      ASI memiliki rasa yang variatif, sesuai dengan makanan yang dikonsumsi oleh sang ibu. Disamping itu, praktis, murah, dan selalu steril. Adapun susu formula rasanya tertentu, membutuhkan waktu dan teknik penyiapan penyajian, relative mahal serta beresiko tercemar kuman bila tidak tepat penanganannya.


Jadi cukuplah bagi seorang ibu bagi yang ingin menyempurnakan susuannya, untuk memberikan ASI bagi anaknya selama 2 tahun penuh. Dan sebaik-baik bimbingan adalah bimbingan Allah dan Rasul-Nya. Semoga pada kesempatan mendatang kita bias membahas manajemen laktasi yang mengangkat masalah menyusui secara lebih jelas dan detail insya Allah.

Berikut ini 5 tips yang sebaiknya oleh setiap muslim saat diberi nikmat sehat. Semoga bermanfaat.

1.      Mensyukuri nikmat kesehatan tersebut.
Syukur nikmat dilakukan dengan hati, lisan, dan anggota badan. Syukur hati dilakukan dengan cara menyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Dzat yang memberinya kesehatan. Syukur lisan dilakukan dengan cara mengakui kenikmatan tersebut dan melafalkannya serta memuji Allah Ta’ala, misalnya dengan mengucapkan Alhamdulillah. Adapun syukur dengan anggota badan dilakukan dengan mempergunakan nikmat kesehatan itu dalam perkara-perkara ketaatan dan menghindarkannya dari kemaksiatan. Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Ibrahim:7.

2.      Memanfaatkan masa sehat, sebelum masa sakit.
Semangat dalam menjalankan kebaikan dan hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat di saat sehat, itulah yang dituntut dari diri kita masing-masing. Sungguh, benar-benar tertipu orang yang mempergunakan waktu sehat untuk bermaksiat dan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Pergunakanlah kesehatanmu untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. Manfaatkanlah anggota tubuhmu untuk rukuk, sujud, dan berdoa kepada Allah Ta’ala. Janganlah engkau gunakan untuk beribadah kepada selain Allah. Dan jangan pula mengundang kemurkaan Allah. Sesungguhnya azab Allah sangatlah pedih.

3.      Jauhi maksiat dan jangan tertipu!
Apabila badanmu sehat, tapi kamu berbuat kemaksiatan, maka sesungguhnya kamu adalah orang yang sakit. Mengapa? Karena orang sehat adalah yang sehat jiwa dan raganya. Sehatnya jiwa adalah dengan menjauhi kemaksiatan kepada Allah, karena maksiat adalah penyakit. Apabila jiwamu sehat, maka tubuhmu akan sehat pula, insya Allah. Maka dari itu, jauhilah kemaksiatan, niscaya engkau akan merasakan nikmat sehat lahir batin.

4.      Berdoa kepada Rabb-mu agar selalu diberi kesehatan.
Jangan lupa, doa adalah senjata bagi orang yang beriman. Doa adalah ibadah, maka mintalah kepada Allah agar engkau diberi kesehatan. Apabila engkau sakit, jangan berputus asa dalam berdoa dan berbaiksangkalah kepada Allah. Mintalah kesembuhan hanya kepada-Nya. Karena Dialah asy-syafi (Yang Mahakuasa untuk memberikan kesembuhan).

5.       Jagalah kesehatanmu, tempuhlah sebab dan jauhi pantangan!
Tempuhlah sebab yang diperintahkan oleh Allah dan diperbolehkan oleh syariat. Janganlah engkau menempuh apa-apa yang dilarang Allah, karena pasti hal itu akan membahayakanmu.
Di antara sebab-sebab yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan adalah mengonsumsi makanan yang baik dan halal. Beristirahat dengan cukup dan janganlah melupakan aktivitas olah raga seperti lari, berenang, melempar, berkuda, dll. Semua sebab-sebab menuju kesehatan tersebut tentunya dilakukan sesuai aturan dan tidak berlebihan.



Salah satu penyakit yang sering dijumpai adalah influenza. Sebenarnya, gejala pada penyakit ini merupakan cara alami tubuh kita untuk melakukan penyembuhan dengan mengeluarkan toksik dalam tubuh. Untuk itu, hendaknya jangan buru-buru untuk segera meghilangkan gejala penyakit ini dengan obat-obatan.
Alergi merupakan reaksi alergi tubuh terhadap faktor luar yang memicu timbulnya perubahan pada tubuh.
Penyebab dan pencetus alergi
Suatu keadaan apabila fungsi kedua anggota tubuh mengalami gangguan, baik sebagian atau keseluruhan, yang disebabkan oleh luka pada bagia saraf otak.
Anak tunagrahita adalah anak yang memiliki taraf kecerdasan yang sangat rendah sehingga untuk meniliti tugas perkembangannya ia sangat membutuhkan layanan pendidikan dan bimbingan secara khusus.

Kembang kol merupakan bunga yang tersusun dari rangkaian bunga kecil bertangkai pendek, tersusun padat, berdaging, serta berwarna putih  bersih, putih kecoklatan, atau kekuningan.
Ternyata senyawa sulfur yang terdapat di dalam kembang kol menunjukkan dapat menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker payudara.
Para ahli mengatakan kalau kubis benar-benar sehat. Kubis mengandung indol yang berguna membuang toksin, dan juga bermanfaat untuk:
·         Menurunkan risiko terserang kanker, terutama kanker kolon.
·         Mencegah dan menyembuhkan tukak, luka lambung (ulcer).
·         Menstimulasi sistem imun.
·         Membantu pertumbuhan.
·         Membunuh bakteri dan virus

Mengenai Saya

Foto saya
Heaven, Madina, Indonesia
Diberdayakan oleh Blogger.